Webinar WJES Jawa Barat BI, Tekankan Pemulihan Ekonomi Melalui UMKM dan Digitalisasi

GALAMEDIA –  Bank Indonesia melalui kegiatan West Java Economic Society Jawa Barat mengadakan webinar dengan tema “Sustaining Regional Economic After Covid-19 Pandemic” melalui aplikasi Zoom Meetings. Webinar yang dihadiri oleh dua narasumber yaitu Bambang Bodjonegoro selaku Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala BRIN, serta Iwan Jaya Azis, profesor Cornell University ini menekankan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan digitalisasi ekonomi pada Rabu, 23 September 2020.

Dalam pemaparannya, Bambang mengatakan pada masa transisi adaptasi kebiasaan baru atau new normal ini bukan berarti kembali lagi seperti semula, termasuk dalam segi ekonomi. Untuk bisa memulihkannya kembali, tambahnya, perlu waktu yang lama.

Adapun untuk perubahan gaya hidup dan tatanan ekonomi selama pandemi, di antaranya adalah pergeseran pola bisnis, pergeseran pelaku masyarakat ketahanan dan efisiensi, pergeseran struktur industri, dan ekosistem digitak yang terhubung antar sektor.

Lalu, menurutnya, untuk memitigasi dampak ekonomi dari pandemi ini salah satu caranya adalah dengan menggunakan cara less contact economy (LEC) atau melakukan transaksi yang minim kontak dengan teknologi hyperconnectivity. Salah satu contoh hyperconnectivity yang telah diterapkan selama pandemi adalah e-commerce.

 “Dengan platform digital, produk UMKM bisa lebih mudah untuk dibeli. Oleh karena itu, kita juga harus bisa memaksimalkan digitalisasi untuk akses pasar dan harus bisa mengantisipasi pergeseran pola bisnis dan pelaku konsumen,” katanya.

Ia juga menambahkan, untuk mendukung adanya transaksi digital, dibutuhkan pendamping yang mendukung untuk sistem pembayarannya. Dalam hal ini, menurutnya, peran Bank Indonesia sangat penting.

Adapun kebijakan dan regulasi yang mendukung LEC adalah PP No. 7 tahun 2017 tentang penyelenggaraan sistem transaksi elektronik, BJIK BPPT yang telah diakui sebagai Penyelnggara Sertifikat Elektronik, serta Kepmen. Kominfo no. 969/2018 yang tentang iOTENTIK yang resmi menjadi PSrE pertama pemerintah.

Beberapa manfaat eknomi digital menurut Bambang, diantaranya adalah penggunaan sumber daya yang lebih efisien, mendorong transparansi finansial, meningkatkan kesejahateraan masyarakat, dan mendorong adanya jejak digital.

Senada dengan yang dipaparkan Bambang, Iwan Jaya juga memaparkan setidaknya tiga poin bahasan, yaitu yang pertama merupakan konsep pembangunan daerah dan kebijakan apa yang diambil, yang kedua implikasinya dan yang ketiga pemulihan ekonomi karena pandemi.

“Kebijakan apa saja yang diambil di tingkat nasional, setidaknya akan berdampak pada ekonomi dan pemulihannya,” kata Iwan.

Iwan menambahkan bahwa untuk memulihkan ekonomi, terdapat beberapa pola. Diantaranya ada pola V, U dan L.

“Apabila dilihat dari kacamata pendekatan regional, pemulihan yang dapat kita lakukan adalah menggunakan pola K,” katanya.

Lalu ketika menanggapi soal kebijakan yang dilakukan pemerintah mengenai UMKM, Iwan mengatakan bahwa kebijakan pemerintah tidaklah salah, hanya mungkin caranya saja yang salah sehingga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat pelaku UMKM, terputus.

“Respons masyarakat terputus atau tidak nyambung dengan ekspektasi pemerintah. Seharusnya pemerintah menayamakan dulu pola pikir dengan masyarakat,” katanya.

Pada closing statement, Iwan berharap masyarakat Indonesia tetap sehat dan melakukan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi pasca paandemi. (revy/job)

SUMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *